Kawan kawan....aduuuh...memang tiada duanya nikmatnya mancing di waduk Kalibening di wilayah Saradan Kab. Madiun itu. Sampai sampai masyarakat daerah saya khususnya kota Nganjuk-Kediri dan sekitarnya mayoritas fishing mania, karena hampir setiap hari mereka berbondong bondong berangkat ke kantor waduk alias kantor alternatif mereka di bulan bulan Agustus-Desember. Walaupun cuaca di waduk selalu panas dan angin tiada hentinya, semuanya maju tak gentar demi ikan ikan sebesar telapak tangan orang dewasa atau lebih besar bagi yang ahli menyelam. Kenapa menyelam? Ya memang cara menangkap ikan ikan itu harus menyelam dulu sebelum meletakkan stick pancing di acir depan mereka. Acir? Apa itu? Wah, penulis sendiri nggak tahu bahasa Indonesianya, itu lho, tongkat kecil yang ditanam didasar air yang gunanya untuk meletakkan stick pancing daripada dipegangi tangan terus. Sebelum mulai memancing kita wajib tahu dulu kondisi tempat yang akan kita pancingi. Bagaimana keadaan dibawah air atau dasar waduk depan kita, bersih dari sampah atau tidak. Kalau dasarnya kotor penuh lumpur tebal atau sampah rumput dasar air atau penuh pohon dan tangkai tangkai perdu biasanya ikan nggak mau datang. Yang paling bagus/tepat jika di dasar air diantara kotoran kotoran itu ada tempat yang permukaannya bersih berpasir lebih tepat lagi jika dekat dengan batuan cadas, nah.. disitulah tempat ikan bermain/bergerombol. Karena yang akan kita tangkap adalah ikan jenis Nila maupun Mujair yang biasa bergerombol (colony) jika pergi. Setelah mendapatkan tempat yang bagus baru kita bermain tabur dengan lumut setangkap diaduk dengan lumpur segenggam supaya lumut dapat tenggelam didasar air dan awet jika dimakan ikan. Caranya? Ya seperti tadi, kita harus menyelam menanam tabur di tempat yang tepat kita bidik tapi minimal kedalamannya harus 1,5 m dari permukaan air, lebih dalam lebih baik. Kalau terlalu dangkal...wih wih yang datang ya ikan ikan yang kecil kecil sebesar dua jari itu.. Dan apabila suhu air terlalu panas kita bisa menabur pupuk ponska segenggam untuk mendapatkan suhu yang diinginkan ikan ikan itu. Nah, barulah kita mulai memancing, ...dengan umpan lumut juga. Mata pancingnya lebih baik kita rangkai susun 2 atau 3 biji supaya lumut mudah menempel di mata pancing maupun ikan yang kena nantinya tak akan bisa berbuat banyak karena mata pancing yang tersangkut lebih dari 1 biji. Tapi mancingnya harus sambil berdiri dan berendam lho, ....gunanya apa? Supaya kalau ikan yang datang sudah berkurang bisa menabur umpan menyelam lagi atau kalau sewaktu waktu mata pancing tersangkut kotoran dan terjebak didasar air bisa langsung diambil sambil menyelam biar nggak boros....hehehe....unik kan? Tapi buktikan donk hasilnya...!! Padahal semua orang disitu tahu kalau di Kalibening itu semua penduduk sekitar caranya menangkap ikan main jaring seenaknya. Kalau kita nggak punya srategi menangkap ikan yang efektif....pasti malu donk kalau ketemu sama penjaring penjaring itu. Hayo...siapa yang yang mau coba formula handal ini...tapi harus minimal bisa berenang lho...kalau tidak, ya siap siap telepon ambulance...atau tim SAR...hehehe...
Come on!!! Just try it.....GoodLuck!!
Tips khusus :
-Panjang Stick Minimum 3,5 m
-Tali Pancing/string kekuatan bobot 5 kg/lebih
-Mata Pancing ukuran 8/lebih
-Pelampung besar dengan pemberat yang sesuai
-Kualitas umpan lumut harus bagus, kasar, panjang2 warna hijau tua, tidak berminyak.
-Kalau lumut halus akan mudah busuk dan patah2, dimakan ikan ikan kecil.